Uncategorized

Glasner Masih Jadi Mimpi Buruk The Reds

Liverpool cuma bermain imbang saat bertemu Nottingham Forest. Ini membuktikan Oliver Glasner masih jadi mimpi buruk The Reds.
Glasner memimpin timnya menghadapi Liverpool di Anfield, Sabtu (29/8/2026) malam WIB. Forest tidak diunggulkan mengingat mereka menelan kekalahan beruntun di dua ajang berbeda, dari lawan yang sama Leeds United.

Tapi, Liverpool yang di dukung puluhan ribu fans malah kesulitan menghadapi Forest. Tim tamu justru unggul dua kali lewat Dan Ndoye dan penalti Morgan Gibbs-White di masing-masing babak.

Gol-gol Alexander Isak dan Victor Munoz menyelamatkan Liverpool dari kekalahan untuk membuat skor akhir 2-2. Dengan demikian, Liverpool belum bisa meraih kemenangan perdananya di Liga Inggris.

Kegagalan ini bisa di maklumi mengingat Liverpool harus melawan Glasner yang notabene jadi batu sandungan mereka dalam dua musim terakhir. Dari lima pertemuan sebelum ini, Glasner bersama Palace cuma kalah sekali.

Setelah berimbang 1-1 di pekan terakhir Liga Inggris 2024/2025, Glasner membawa Palace mengalahkan Liverpool di Community Shield lewat adu penalti.

Lalu, berlanjut dengan skor 1-2 di Premier League bulan September 2025, 0-3 di Babak Keempat Carabao Cup di kandang sendiri, sebelum takluk 1-3 di Anfield pada pekan ke-34.

Liverpool bahkan tidak bisa mengalahkan Nottingham Forest di kandang sendiri dalam tiga musim terakhir. Sebelum hasil imbang ini, si Merah takluk 0-1 dan 0-3!

“Di satu sisi kami semua bangga dengan performa di laga ini dan juga banyaknya peluang yang kami ciptakan. Di satu sisi, kami kecewa karena tidak bisa menang,” ujar Glasner seperti di kutip beIN Sports.

Menariknya, Glasner kemudian meninggalkan Crystal Palace pada akhir musim 2025/2026 setelah memutuskan tidak memperpanjang kontraknya. Ia pergi dengan status sebagai salah satu manajer tersukses dalam sejarah Palace setelah membawa klub meraih Piala FA dan kemudian memenangkan Community Shield.

Kini Glasner memasuki tantangan baru bersama Nottingham Forest. Pada awal musim 2026/2027, namanya kembali menjadi perhatian karena Forest harus menghadapi Liverpool. Pertemuan tersebut kembali menghidupkan cerita lama mengenai kemampuan Glasner menghadapi The Reds.

Meski demikian, situasinya berbeda karena Liverpool kini di tangani Andoni Iraola. Artinya, catatan pertemuan Glasner dengan Liverpool pada era sebelumnya tidak otomatis menentukan hasil pertandingan sekarang. Faktor taktik, kualitas pemain, dan kemampuan beradaptasi tetap menjadi penentu utama.

Bagi Liverpool, menghadapi tim asuhan Glasner tetap menjadi tantangan tersendiri. The Reds harus mampu menghindari kesalahan di lini belakang, menjaga penguasaan bola, serta mengantisipasi serangan balik cepat. Sementara bagi Glasner, pertandingan melawan Liverpool menjadi kesempatan untuk kembali menunjukkan bahwa ia mampu membuat salah satu klub besar Inggris tersebut berada dalam tekanan.

Dengan sejarah pertemuan yang penuh kejutan, nama Glasner masih memiliki hubungan kuat dengan istilah “mimpi buruk The Reds”. Walaupun era Palace telah berakhir, pertemuan baru bersama Nottingham Forest berpotensi menghadirkan babak berikutnya dari persaingan menarik tersebut.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *